How

Bagaimana perasaanmu, saat seseorang yang kau anggap penting dalam hidupmu, tiba-tiba berkata: Tak ada yang bisa diharapkan darimu!!

Bagaimana perasaanmu, saat seseorang yang kau anggap penting dalam hidupmu, seringkali tak menyetujui apa-apa yang menjadi keinginanmu..

Bagaimana perasaanmu, saat seseorang yang kau anggap penting dalam hidupmu, senantiasa memicingkan mata dan mengkerutkan kening saat dirimu hendak mengambil suatu langkah yang berbeda..

Bagaimana perasaanmu, saat seseorang yang kau anggap penting dalam hidupmu, lebih memilih diam dan tak mengambil sikap saat kau berharap sebuah solusi terbaik darinya..

Bagaimana perasaanmu, saat seseorang yang kau anggap penting dalam hidupmu, terus menerus memberi tekanan, padahal di satu sisi dirimu terjebak dalam dilema yang tak berkesudahan..

Bagaimana perasaanmu, saat terhadapi oleh hal yang demikian..?!

Semakin pekat. Masih terkungkung dalam kabut yang kian menghitam. Semilir angin malah mencekik rongga pernafasan. Semakin sesak. Terang seperti mimpi, yang berkutat pada ketidakpastian. Abstrak. Semakin jauh, lama terjangkau..

Aku butuh ruang untuk bernafas. Aku butuh cahaya untuk melihat. Bukan sekedar harap yang pias, yang berujung pada keputus asaan diri. Hingga membulirkan sikap menyerah, bukan mengalah.., yang teraliri oleh hujan kepiluan dan pada akhirnya menumbuhkan rasa penyesalan..

Allah ta’ala berfirman, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)

:: ..Berharap terang segera menyingkap kabut yang menaungi kerdiLnya akal-ku.. ::

Iklan

About this entry